Selamat Datang di Catatan Perjalan Si Tukiang Tipu

Semua orang memiliki cerita dalam hidupnya termasuk saya dan ini cerita saya seorang penipu yang suka jalan-jalan :)
Tampilkan postingan dengan label travelers guide. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label travelers guide. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juli 2011

Menikmati Jajanan "Masa Kolonial" di Sumber Hidangan

Ingin menikmati makanan khas kolonial Belanda?berbagai macam kue dan es krim "jaman doeloe"?

Sumber Hidangan lah tempatnya yang masih berada di kawasan Jalan Braga.Di tempat ini saya bisa menikmati berbagai macam roti,kue,masakan, dan es krim khas masa kolonial dengan cita rasa Belanda yang sangat kental.Tak jarang saya mengajak serta keluarga dan sahabat untuk berkunjung dan menikmati berbagai sajian di Sumber Hidangan.


(Bagian Dalam Sumber Hidangan)

Suasana kuno langsung terasa ketika memasuki ruangan yang tidak terlalu besar ini,gaya arsitektur dan interior banguan tersebut masih di pertahankan dari sejak pertama kali di bukanya pada tahun 1929 dengan nama Het Snoephuis atau Rumah Jajan. Pada masa itu Sumber Hidangan atau Het Snoephuis di kenal sebagai tempat para Serdadu Belanda dan Pegawai Menengah Belanda menghabiskan waktu bersama keluarga dan kolega menikmati cemilan berbagai macam kue,roti dan es krim.

(Mesin Kasir Kuno yang masih terdapat di restoran Sumber Hidangan)
Salah satu keunikan yang masih dipertahankan di Sumber Hidangan adalah dalam proses pembuatan dan penyajian roti dan berbagai macam kue.Roti yang masih “Fresh from the oven” di bungkus dengan kertas berwarna cokelat yang sudah tidak banyak digunakan lagi pada umumnya.

(Frou-Frou Choc)

Hampir semua roti,kue dan es krim di tempat ini masih di tulis dengan bahasa Belanda seperti Frou-Frou Choc, Kreten Brood,Ananas tart,Chocolade Roostjer,Suiker Hageslag dan masih banyak lagi nama makanan yang sulit untuk di ucapkan.

Sumber Hidangan tidak hanya menyediakan kue,roti dan es krim khas Belanda,tetapi mereka menyediakan juga berbagai macam makanan khas Indonesia seperti nasi goreng,mie goreng dan sate.Bagi anda yang bergama Islam dan yang tidak memakan Babi anda harus sedikit teliti dalam membaca menu karena ada beberapa pastry yang menggunakan daging babi.


( Ice Cafe Glace dan Snow White)
Harga makanan di tempat ini cukup bervariasi dan sangat terjangkau.Untuk kue,roti dan es krim di jual dari harga Rp.2000,00 sampai Rp.15.000,00 untuk beberapa jenis roti khusus seperti roti kura-kura dan buaya di hargai Rp.75.000 - Rp.150.000 tergantung ukuran. Sedangkan untuk hidangan lain berkisar antara Rp.13.000,00 sampai Rp.50.000,00.
Hidangan yang paling banyak di beli orang para pengunjung adalah roti tawar spesial yang masih "fresh from the oven" berharga Rp.9.000,00 dan Nasi Goreng Udang berharga Rp.13.000,00 tapi jangan khawatir semua kue,roti,es krim dan masakan di tempat ini sangan lezat.

    (Berbagai macam Kue dan Pastry di Sumber Hidangan)
Satu lagi hal yang penting tempat ini sulit untuk ditemukan meskipun posisinya berada tepat di samping kiri Jl.Braga karena tidak memasang papan nama yang besar.Hanya ada tulisan “Sumber Hidangan d/h Het Snoephuis 1929″ tertempel pada kaca depan bangunan.

Untuk kawan-kawan yang sedang berada di Bandung atau berencana akan ke Bandung jangan ragu untuk mampir ke Jalan Braga dan menikmati makanan - makanan khas “Jaman Doeloe” di Sumber Hidangan.


Bernostalgia di Jalan Braga

Sekilas Tentang Jalan Braga

Dari pedatiweg sampai Bragaweg.
 
Jalan Braga mungkin inilah salah satu nama jalan yang paling legendaris di Kota Bandung,namanya sudah sangat akrab di telinga para wisatawan yang akan berkunjung ke kota kembang ini.
Jalan Braga bisa di kategorikan sebagai kawasan heritage area di Bandung seperti layaknya kawasan Kota Tua Jakarta,Kota Lama Semarang dan Jalan Ijen Malang.
Di sepanjang braga kita akan menyaksikan bangungan-bangunan tua nan anggung dan bernilai arsitektur tinggi peninggalan masa-masa kejayaan Bragaweg pada masa itu.
Saat ini  mayoritas bangunan-bangunan tua tersebut tetap berfungsi sebagai pertokoan seperti halnya braga pada masa lalu yang di kenal sebagai kawasan komersial dan hiburan.



(Salah Satu Bangunan Tua yang berfungsi sebagai Mall)


Pada mulanya sekitar jalan Braga hanya sebuah jalan sempit,sunyi dan becek di depan kawasan permukiman sehingga orang-orang menyebut kawasan Braga masa itu dengan sebutan "Jalan Culik" karena kawasan tersebut cukup rawan akan tindak kejahatan.


Sekitar tahun 1900 yang asal mulanya di kenal sebagai jalan culik,orang-orang mulai menyebut kawasan tersebut dengan sebutan "Pedatiweg" atau jalan pedati di sebut demikian karena pada masa itu jalan braga di lewati oleh pedati yang mengangkut hasil bumi dan pertanian.


Memasuki era tahun 1920-1930 merupakan masa kejayaan jalan Braga, dari yang awalnya hanya sebuah jalan sempit braga mulai menata diri menjadi kawasan paling prestisius ketika para pengusaha Belanda merubah daerah yang gelap dan sunyi ini menjadi arena pusat perbelanjaan dan hiburan di tandai dengan dibukanya berbagai toko fashion,restoran dan bar tempat para tuan-tuan dan nyonya-nyonya Eropa melepaskan penat dari rutinitas dengan menghabiskan uang mereka.
Salah satu toko yang paling terkenal adalah toko Onderling Belang.

 (Jalan Braga tahun 1920 sumber Wikipedia)

Dari Jalan Braga pula lah Bandung di kenal dengan pusat mode di Hindia - Belanda dan Asia Tenggara dari sanalah lahir sebutan "Parij Van Java".
Dibangunnya gedung Societeit Concordia yang digunakan untuk pertemuan para warga Bandung khususnya kalangan tuan-tuan hartawan, Hotel Savoy Homann,gedung perkantoran dan lain-lain di beberapa blok di sekitar jalan ini juga meningkatkan kemasyhuran dan keramaian jalan ini.

(Jalan Braga era 1930-an sumber Wikipedia)


Berkembangnya Jalan Braga dalam sisi positif dengan menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung saat itu,berjalan beriringan pula dengan sisi negatifnya.Selain dikenal sebagai pusat perbelanjaan dan hiburan,jalan braga juga sangat di kenal sebagai kawasan "lampu merah" atau kawasan remang-remang. 
Sehingga perhimpunan masyarakat warga Bandung saat itu membuat selebaran dan pengumuman agar "Para Tuan-tuan Turis sebaiknya tidak mengunjungi Bandung apabila tidak membawa istri atau meninggalkan istri di rumah".




(Toko Buku Djawa salah satu bangunan tua di Braga)

Di sepanjang jalan Braga juga kita dapat menemukan beragam toko souvenir,benda antik dan lukisan yang kita bisa dapat dengan harga murah asal pintar menawar.


(Penjual lukisan di sepanjang jalan Braga)

Seperti apa Braga saat ini??
Masih tetap menjadi kawasan perbelanjaan dan hiburan di tempat ini kita masih bisa menemukan berbagai macam toko,restoran dan bar.Kita juga masih bisa menikmati bangunan tua dan cantik peninggalan masa lampau sehingga braga masih banyak di kunjungi oleh para wisatawan yang ingin menikmati sensasi "jaman doeloe".
Kawasan ini juga merupakan tempat favorit untuk mengambil foto tak jarang juga di gunakan para calon pasangan untuk melakukan prawedding foto.

Anda tertarik??
Kunjungilah Braga di waktu senggang anda ketika berada di Bandung.

Free Visa dan Visa On Arrival

Bagi pemegang paspor Indonesia di berikan fasilitas bebas visa dan Visa On Arrival dari beberapa negara yang memiliki kerja sama dengan Indonesia seperti negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

A.Bebas Visa

Untuk negara yang memberikan fasilitas bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia kita tinggal masuk ke negara tersebut tanpa harus mengajukan visa di kedutaan besar negara yang akan kita tuju.
Setelah petugas cek imigrasi di negara yang kita datangi melihat paspor,form imigrasi (arrival form) yang harus kita isi lengkap sebelumnya,memberikan beberapa pertanyaan dan mengamati wajah kita Sang petugas imigrasi akan membubuhkan cap sakti di paspor kita tanda kita sudah di restui untuk masuk ke negaranya.

( Contoh Form Imigrasi Singapore )










*Ingat simpan baik-baik kartu imigrasi tersebut jangan sampai hilang.


(Cap kedatangan dan Keluar dari Negara pemberi bebas visa)

B.Visa On Arrival (VOA)

Selain pemberian fasilitas bebas visa bagi pemegan paspor Republik Indonesia ada juga fasilitas visa on arrival atau pengajuan visa langsung di negara yang kita tuju.
Berbeda dengan negara-negara yang mengharuskan kita mengajukan permohonan visa sebelum kita berangkat ke negara mereka,kita dapat mengajukan permohonan langsung pada saat kita sampai di negara yang kita tuju dimana negara tersebut memberikan akses VOA bagi pemegang paspor Indonesia.
Pengajuan VOA tersebut bisa di lakukan di Bandara,Pelabuhan dan Perbatasan antar negara (Contoh perbatasan Thailand dan Kamboja).
Pengajuan VOA juga bisa di lakukan di Kedutaan Besar atau Konsulat Jendral di negara tersebut.

(Counter Visa On Arrival di salah satu bandara di India - www.canadaupdates.com)
Proses pengajuan Visa On Arrival tidak lah sulit,kita tinggal mengisi formulir permohonan dengan lengkap,melampirkan pas foto 3x4 dan membayar biaya pembuatan VOA antara US$20 - US$30.

Negara-Negara yang memberikan akses bebas visa dan Voa bagi pemegang paspor Indonesia.

ASIA

a.Bebas Visa

-Brunneri Darussalam 14 Hari
-Hongkong SAR        30 Hari
-Iran                7  Hari
-Macao SAR           30 Hari
-Malaysia            30 Hari
-Filipina            21 Hari
-Singapore           30 Hari
-Taiwan*             30 Hari 
*(pengunjung harus memiliki visa yang masih berlaku atau izin tinggal untuk negara Amerika Serikat, Kanada, Jepang, UE, Australia atau Selandia) 

-Thailand            30 Hari
-Vietnam             30 Hari


b.Visa On Arrival


-Kamboja             30 Hari
-Laos                14 Hari
-India               30 Hari
-Maladewa (Maldive)  30 Hari
-Nepal               30/60 Hari
-Oman                30 Hari
-Srilanka            30 Hari
-Tajikistan          45 Hari (dengan surat undangan atau mengikuti tour agent di Tajikistan)
-Timor Leste         30 Hari
-Jordania            30 Hari


AFRIKA

a.Bebas Visa

-Maroko              90 Hari
-Seychelles          30 Hari


b.Visa On Arrival


-Komoro                ???
-Mozambik            30 Hari
-Tanzania            30 Hari
-Zambia              30 Hari
-Zimbabwe            30 Hari
-Mesir               30 Hari (dengan menunjukan Student Card)

Eropa

-Andora                ???
-Armenia             120 Hari (VOA)
-Belarus              30 Hari (Diperlukan invitatin voucher dari tour agent di Belarus-VOA)
-Kroasia              14 Hari (Khusus Paspor Diplomatik dan Dinas)
-Kosovo               90 Hari
-Serbia               14 Hari (Khusus paspor diplomatik)
-Rusia                14 Hari (Khusus paspor diplomatik)
-Turkey               30 Hari (VOA) 


OSENIA

-Kepualan Cook        31 Hari
-Fiji                120 Hari
-Mikronesia           30 Hari 
-Niue                 30 Hari (VOA)
-Palau                  ???   (VOA)
-Samoa                60 Hari


AMERIKA TENGAH

-Bermuda              180 Hari
-Kostarika             30 Hari (Harus memiliki cap USA,Canada atau Uni Eropa 3 bulan lebih)
-Kuba                 Harus membeli kartu turis sebelum kedatangan
-Jamaika              180 Hari (Untuk USA dan Canada permanent residence)
-Saint Vincent&Grenadines 30 Hari


Amerika Selatan

-Chili                 90 Hari
-Kolombia              90 Hari
-Ekuador               90 Hari
-Haiti                 90 Hari
-Peru                  90 Hari





Nah...sekarang kita sudah tahu bahwa ada fasilitas bebas visa dan visa on arrival bagi pemegang paspor Indonesia,lihat daftar di atas apakah negara yang akan anda tuju termasuk dalam negara pemberi fasilitas tersebut.

Ayoo...rencanakan perjalanan anda.







Membuat Paspor Sendiri...Gampang!!

Salah satu dokumen penting yang harus kita miliki ketika ingin bepergian ke luar negeri tak lain dan tak bukan adalah PASPOR yang merupakan dokumen perjalanan warga negera Republik Indonesia yang di keluarkan oleh Direktorat Jendral Imigrasi RI atau perwakilan perwakilan RI di luar negeri.

Nah....sedikit berbagi pengalaman ketika melakukan perpanjangan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Bandung pada februari 2009 karena akan melakukan perjalanan singkat ke negeri tetangga.

Awalnya saya merasa sedikit cemas ketika akan berurusan dengan Kantor Imigrasi dalam rangka membuat dokumen berwarna hijau tersebut,di karenakan banyaknya cerita "memilukan" dari orang-orang yang pernah masuk ke dalam kantor imigrasi mulai dari masalah calo sampai "main ping-pong" dengan petugas Imigrasi.Hal itu membuat saya ketar-ketir mencari jasa pembuatan paspor ke berbagai travel agent di Kota Bandung,harga yang mereka tawarkan berkisar Rp.450.000,00 dengan lama proses pembuatan sama seperti pada umumnya yaitu sekitar 10 hari (5 hari kerja dari tahap foto,sidik jari dan wawancara).
Harga resmi yang di tetapkan oleh Kementrian Hukum dan HAM saat itu adalah Rp.270.000,00.

Akhirnya saya pun memberanikan diri untuk membuat paspor sendiri di Kantor Imigrasi Kelas I Bandung yang terletak di Jalan Surapati No.82 Bandung. 

  ( Sumber Foto : Panoramio.com )

Secara umum tahapan-tahapan yang saya lakukan ketika membuat paspor tanpa menggunakan jasa travel agent antara lain.

1.Memyiapkan semua persyaratan permohonan paspor.
A.Dokumem-dokumen yang di perlukan dalam pembuatan paspor :
-Asli dan Copy Kartu Tanda Penduduk 
-Asli dan Copy Akta Kelahiran
-Asli dan Copy Surat Nikah/Akta Nikah (Bagi yang sudah)

*Sekarang kita dapat melakukan pembuatan paspor RI di kantor imigrasi manapun tanpa harus sesuai dengan tempat di keluarkan KTP.

B.Paspor lama bagi yang sudah pernah memiliki paspor sebelumnya.
C.Surat ganti nama (jika direncanakan akan dilakukan perubahan atau pergantian nama)

D.Rekomendasi tertulis dari atasan atau pimpinan bagi mereka yang bekerja sebagai PNS, karyawan BUMN, TNI/Polri atau Karyawan Swasta
E.Pemohon melakukan pembayaran sesuai peraturan.

2.Mengambil dan mengisi formulir permohonan pembuatan paspor RI.


Setelah semua persyaratan yang di butuhkan siap saya pun berangkat menuju ke kantor imigrasi kelas I Bandung,sesuai saran dari salah seorang teman sebaiknya untuk datang pagi-pagi sekali supaya bisa mendapatkan no antrian yang tidak terlalu jauh,dan memang terbukti rata-rata pemohon sudah hadir dari Pukul.07.00 WIB.


Sungguh jauh dari bayangan saya sebelumnya ternyata kantor imigrasi tidak semenakutkan cerita dari orang-orang,kantor imigrasi Bandung tempat saya membuat paspor bebas dari calo dan semua petugas kantor imigrasi memberikan informasi dengan ramah dari mulai satpam sampai PNS kantor imigrasi.


Hal tersebut membuat saya semangat untuk melewati setiap alur dalam pembuatan paspor dari mulai tahap awal pengambilan formulir permohonan paspor sampai pengambilan paspor yang sudah selesai.
Pengambilan formulir permohonan pembuatan paspor dapat di lakukan di loket formulir yang tersedia di bagian depan dari kantor imigrasi secara gratis,tetapi meskipun gratis kita di haruskan membeli dahulu Map dan Cover Paspor seharga Rp.10.000,00 di kantin kantor imigrasi hehehe...


Apabila sudah mendapatkan formulir beserta map langkah selanjutnya mengisi formulir selengkap-lengkapnya dan teliti,karena tidak di perkenankan penggunaan type-x untuk menghapus isiian yang salah.


3.Menyerahkan Formulir Permohonan.


Tidak ada masalah dalam pengisian formulir selanjutnya saya memasukan formulir beserta dokumen-dokumen yang di perlukan ke dalam map lalu ambil no antrian untuk proses penyerahan permohonan pembuatan paspor dan tunggu sampai mendapatkan giliran untuk menyerahkan berkas persyaratan sesuai no antrian yang saya pegang.
Sebagai bukti bahwa saya sudah memasukan berkas persyaratan yang di perlukan petugas imigrasi akan memberikan kertas yang berisi tanggal pembayaran  paspor,foto,sidik jari dan wawancara juga tanggal kapan paspor tersebut akan selesai.Biasanya proses foto,sidik jari dan wawancara di lakukan 2-3 hari setelah proses pengajuan permohonan pembuatan paspor.

*Proses permohonan dapat di wakilkan oleh keluarga atau teman dengan menyertakan surat kuasa yang di lengkapi dengan copy ktp pemberi kuasa (pemohon),copy ktp penerima kuasa dan materai 6000.


4.Pembayaran paspor,Foto Biometrik,Sidik Jari dan Wawancara.


Dua hari berikutnya saya pun kembali ke kantor imigrasi untuk melakukan proses pembayaran paspor,pengambilan foto biometrik, sidik jari dan wawancara.
Pada tahap ini saya melakukan dua kali pengambilan no antrian, yang pertama pengambilan no antrian untuk pembayaran paspor dan selanjutnya pengambilan no antrian untuk pengambilan foto,sidik jari dan wawancara.


Sukses melakukan pembayaran paspor dengan "kontan" yang berarti tidak "ngutang" karena memang tidak di perkenankan untuk  ngutang membayar paspor,saya melakukan proses pengambilan foto,sidik jari dan wawancara.Seperti yang saya katakan di atas sebelum melakukan tahapan inis saya di haruskan mengambil no antrian kembali dengan menunjukan bukti pembayaran paspor dari petugas imigrasi.


Tidak menunggu lama nama saya pun di panggil untuk menghadap petugas imigrasi di bagian tersebut,saat itu yang melakukan pengambilan foto dan sidik jari saya adalah seorang ibu yang "sangat luar biasa" bisa melakukan tiga pekerjaan sekaligus,mengambil foto dan sidik jari sambil tak henti-hentinya memasukan kue pisang bolen ke dalam mulut beliau hhmmmm.....


Proses wawancara berjalan lancar dan hanya memakan waktu 5 menit, pertanyaan yang di lontarkan hanya seputar "dalam rangka apa membuat paspor","sudah pernah memiliki paspor sebelumnya",dan "negara mana yang akan di tuju" dalam tahap ini juga saya di minta menunjukan dokumen asli yang menjadi syarat-syarat pembuatan paspor.


5.Pengambilan Paspor.


Sesuai tanggal yang tercantum di kertas putih yang saya terima ketika pengajuan permohonan pembuatan paspor,saya kembali ke kantor imigrasi yang sudah tidak asing lagi bagi saya.
Inilah proses terakhir yang saya lalui yaitu pengambilan paspor yang sudah saya idam-idamkan.
Seperti pada proses-proses sebelumnya pada tahap ini pun saya di haruskan mengambil no antrian dahulu.


Akhirnya paspor yang saya idam-idamkan pun berada di tangan setelah menunggu  untuk di panggil dan di minta mengcopy bagian depan dan belakang paspor yang akan di gunakan sebagai arsip oleh Kantor Imigrasi tempat dimana saya membuat paspor.

Cover Paspor Republik Indonesia


Bagian Yang Berisi Foto dan Data Pemegan Paspor

Untuk pengambilan paspor pemohon dapat di wakilkan kepada teman atau anggota keluarga dengan menyertakan surat kuasa yang di lengkapi dengan Copy KTP pemberi kuasa,Copy KTP penerima kuasa dan materai Rp.6000.

Perlu di ingat bahwa paspor merupakan dokumen milik negara jadi simpan baik-baik paspor jangan sampai rusak atau hilang. Apabila paspor yang kita miliki rusak atau hilang segera melapor ke polisi dan kantor imigrasi yang mengeluarkan paspor dan apabila hal tersebut terjadi di luar negeri segerala melapor ke kantor kepolisian setempat dan perwakilan Republik Indonesia (KBRI/KJRI) di negara kita berada.

Paspor sudah di tangan dan berhasil "di perawani" tanggal 23 maret 2009 oleh petugas cek imigrasi di pelabuhan Batam Centre dan petugas cek imigrasi pelabuhan Harbour Front Singapore.

Saya sudah membuktikan bahwa membuat paspor sendiri itu gampang sekali (tapi tidak bisa di jadikan patokan juga hehehe)dan juga kita tidak harus mengeluarkan uang lebih untuk membuat paspor dengan waktu proses yang sama.


Selamat Mencoba kawan-kawan.